Pages

Sunday, December 12, 2010

My Vulgar Thought

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
            Terkadang saya berpikir, apakah sekolah itu penting? Apakah pelajaran-pelajaran yang kita terima disekolah akan berguna kelak? Tapi saya masih belum bisa menjawabnya, karena saya belum berada dalam tahap kelak tadi, dan saya pun masih bersekolah. Selidik punya selidik, ternyata yang berpikiran serperti ini bukan Cuma saya, tapi banyak orang yang berpikiran seperti ini, bahkan para orang sukses pun banyak yang berpikiran seperti ini.
 “If you want to be rich and happy, don’t go to school?” apakah anda pernah mendengar atau melihat kalimat tersebut? Itu adalah Sebuah buku yang ditulis oleh seorang pengusaha dan pembicara sukses, anak seorang Kepala Sekolah, berkebangsaan Amerika-Jepang (Asian American). Dia berpikiran nyaris sama seperti saya. Ada lagi, ini adalah perkataan Soichiro Honda, seorang pendiri perusahaan Honda Motor yang produknya sekarang ada dimana-mana, “Sekolah terlalu banyak memberi apa yang saya tidak ingin ketahui, tapi justru sangat sedikit memberikan apa yang sungguh-sungguh saya ingin ketahui. Oleh karena itu saya hanya pergi kesekolah apa bila saya merasa ingin mengetahui sesuatu yang tidak saya temukan diluar sekolah.” Atau perkataan dari seorang musisi terkenal, John Lennon, dalam buka hariannya ia menulis “Aku menyadari apa itu arti jenius pada usia 8 tahun, Aku selalu bertanya-tanya,  mengapa tidak ada seorangpun yang menyadari kalau aku ini juga jenius..?. Disekolah, tidakkah mereka melihat bahwa aku jauh lebih pintar dari murid-murid lainya? Tidakkah mereka melihat bahwa para guru itulah sebenarnya yang bodoh..? Bahwa segala informasi yang mereka miliki dan ajarkan itu sama sekali tidak aku butuhkan. Ini sangat jelas bagiku”. Bob Sadino juga mengatakan hal yang senada, seorang pengusaha sukses itu berkata pada anaknya, lebih kurang seperti ini, “Nak kamu boleh sekolah sejauh yang kamu mau, tapi jika kamu sudah tidak mau sekolah ya keluar saja; biar Papalah yang akan menjadi gurumu". Hmm, anda tau Bill Gates? Dia pun serupa, sang ahli software ini mengundurkan diri dari sekolahnya untuk menekuni hobinya. Ternyata pemikiran seperti ini bukan dimiliki oleh satu orang saja, bahkan dimiliki oleh hampir semua orang sukses didunia.
Mari kita pikirkan lagi, mengapa bisa seorang pelajar seperti saya berpikiran seperti itu. Mungkin ada baiknya kita mengubah kurikulum sekolah di Indonesia, kurikulum seharusnya bukan hanya berisikan materi eksak atau materi-materi dasar lainnya, tapi juga harus berisikan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan para muridnya kelak agar mereka bisa berkembang dari seorang anak kecil menjadi orang dewasa yang tangguh dan sukses, yang mempunyai keseimbangan antara IQ, EQ, SQ, Aspiration Intelligence dan juga Power Inelligence, kemudian sekolah juga harus menyediakan wadah untuk siswa agar mereka bisa tetap melakukan kesenangannya disekolah, karena sesungguhnya kesenangan atau kebahagiaan adalah kunci dari kesuksesan.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Seperti biasa, jangan lupakan hal penting yang satu ini, berperilakulah seperti Nabi Muhammad SAW dan kamu akan sukses! Dadaah!
 Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...>